KISAH MENJADI PESERTA VIRTUAL COORDINATOR TRAINING BATCH 4 JATIM
Oleh : Zainul Arief
Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya
Tugas Widyaiswara (WI) adalah menjadi narasumber/ pembimbing/ instruktur pada Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Aparatur Sipil Negara (ASN) baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non PNS. Dia tidak boleh ketinggalan informasi dibanding ASN itu sendiri. Terlebih bagi WI yang menangani guru-guru hebat, yang selalu haus dengan kemajuan teknologi dan informasi (TIK). TIK selalu berkembang cepat, termasuk dalam dunia pendidikan. Sudah seharusnya WI harus ikut mengikuti perkembangan TIK dalam dunia pendidikan ini.
Ketika awal ada pemberitahuan di WA group IKA KIMIA UNESA tentang pelatihan VCT Batch 4, saya tertarik untuk mengikuti. Karena saya khawatir jika guru-guru bisa mengikuti pelatihan online, maka saya malu jika tidak bisa. Walaupun tahun 2009 s.d. 2012 saya menjadi narasumber pada Diklat Jarak Jauh (DJJ) yang diadakan oleh instansi saya, tapi di sini (VCT) pasti ada hal baru yang bisa saya dapatkan.
Materi yang diberikan adalah membuat daftar hadir online, pembelajaran online di webex, merekam layar komputer, mengupload video ke you tube, menjadi host (2x), presenter (2x), moderator (2x), dan peserta (6x). Materi merekam video, membuat video, mengedit video, dan you tube sudah biasa bagi saya. "Membuat absen (daftar hadir online) mungkin mudah dipelajari", pikir saya. Yang menjadi daya tarik bagi saya untuk ikut VCT adalah materi pembelajaran online di webex. Ini pasti menarik karena bisa digunakan untuk DJJ. Akhirnya saya putuskan untuk mendaftar.
Semua perlu pengorbanan. Pelatihan VCT yang semula saya anggap mudah, ternyata perlu kesabaran dan ketelatenan. Terlebih VCT Batch 4 diadakan pada bulan ramadhan. Pekerjaan rutin kantor, mengajar diklat di dalam dan di luar kantor, ibadah ramadhan menjadi berkurang intensitasnya karena harus mengikuti VCT. Sempat terbersit untuk tidak menyelesaikan pelatihan ini. Status WI menjadi alasan bagi saya untuk tetap bertahan sampai akhir. "Masak guru-guru mampu menyelesaikan serangkaian tugas VCT, saya kok gak bisa", gumam saya dalam hati memberi semangat diri sendiri. Rencana pergi ke desa-pun untuk liburan hari raya Idul Fitri terpaksa saya batalkan demi menyelesaikan VCT. Yaaaah... semua butuh pengorbanan untuk kesuksesan yang diharapkan.
Alhamdulillah... akhirnya semua pengorbanan tidak sia-sia setelah "Kotak Tugas" terisi lengkap dan sukses. Terima kasih VCT Batch 4. Terima kasih juga kepada para instruktur yang sabar dan telaten. Saya benar-benar salut dengan kesabaran dan ketelatenan para instruktur mengatasi segala masalah dalam pelatihan ini. Pesan saya "Mari kita bersama-sama memajukan kompetensi Guru-Guru & Peserta Didik kita". Semoga Allah membalas dengan kebaikan dan pahala. Aamiin.
No comments:
Post a Comment
Tambahkan komentar Anda