Thursday, January 30, 2020
LK 01. Pengembangan Madrasah Berdasarkan 8 SNP
Lembar Kerja 01:
A. Aktivitas Pembelajaran 1
Tugas 1. Menganalisis Kasus Keterlaksanaan 8 SNP
Tujuan penugasan:
Setelah melakukan aktivitas belajar ini Saudara dapat:
1. Menganalisis keterlaksanaan 8 SNP berdasarkan kasus
2. Merancang alternatif solusi upaya pemenuhan mutu SNP berdasarkan temuan pada kasus
3. Membuat rekomendasi kegiatan kegiatan pengembangan sekolah berdasarkan kasus
Petunjuk Penugasan :
- Buatlah kelompok yang terdiri dari 5-6 orang
- Cermatilah kasus tentang keterlaksanaan 8 SNP pada sebuah sekolah
- Diskusikanlah tentang keterlaksanaan 8 SNP pada sekolah tersebut, lalu buatlah alternative solusi upaya pemenuhan mutu berrdasarkan temuan dan rancanglah rekomendasi pengembangan sekolah yang akan dilaksanakan
- Tuliskan hasil diskusi kelompok pada Format yang tersedia pada Format 1
Analisis Kasus keterlaksanaan 8 SNP
Studi Kasus
Sekolah “BINA ANAK BANGSA” terletak di pinggir kota kecamatan dengan akses menuju ke sekolah tersebut cukup mudah karena tidak jauh dari jalan raya. Lokasi sekolah yang terletak di pinggir kota kecamatan sangat nyaman untuk belajar. Orang tua peserta didik di sekolah tersebut kebanyakan dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang kebanyakan bekerja sebagai petani dan buruh. Sekolah ini memiliki kerjasama yang baik dengan masyarakat dan sekolah yang ada disekitarnya. Pembelajaran IPA di sekolah hanya teori hal ini terjadi karena tidak memiliki peralatan laboratorium. Sumber dana sekolah hanya berasal dari BOS Pusat. Sekolah tidakpernah memenangkan lomba O2SN. Hasil Nilai UN setiap tahun mengalami peningkatan. Sebagian besar lulusan melanjutkan ke sekolah di kabupaten.
Hasil Wawancara dan Observasi
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diperoleh informasi sebagai berikut:
- Animo masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah tersebut rendah sehingga jumlah peserta didik sedikit.
- Sekolah memiliki akreditasi C
- Kepala sekolah rutin melaksanakan supervisi akademik
- Perangkat pembelajaran berupa Silabus sudah dimiliki oleh semua guru
- Sebagian besar guru belum dapat membuat RPP dengan baik
- Media yang digunakan guru dalam pembelajaran masih minim
- Ruang Kepala sekolah bergabung dengan Ruang Tata Usaha
- Semua kelas tersedia jaringan listrik
- Hubungan sekolah dengan dinas pendidikan baik
- Hubungan sekolah dengan masyarakat baik
- Sebagian besar guru aktif mengikuti MGMP
Untuk mengerjakan tugas LK 01, silahkan download Klik Format 1.
Caranya: Klik File, download, Microsoft Word
10 Tips menulis artikel di Jurnal Internasional
1. Ikuti struktur sebuah tulisan untuk jurnal. Ini bukan skripsi, tesis atau disertasi, juga bukan makalah dan ringkasan. Struktur jurnal ilmiah yang lazim dipakai adalah IMRaDC (Introduction, Method, Result and Discussion dan terakhir Conclusion). Jangan lupa sertakan References (Daftar Pustaka dan pastikan yang ditulis di daftar pustaka memang dikutip di dalam body text tulisan anda...jadi jangan buat daftar pustaka siluman)
2. Kerjakan paper anda dengan alat bantu MENDELEY atau ZOTERO untuk referensi dan catatan kaki. Gunakan referensi jurnal yang bereputasi baik nasional dan internasional. Buku hendaknya di atas tahun 2000 kecuali MAGIC BOOK
3. Setelah selesai menulis, jangan langsung upload. Baca-baca ulang lagi dan edit-edit lagi supaya bahasanya TIDAK BERTELE-TELE, tidak ada pengulangan konsep dan alur serta gagasan/ide mengalir seperti sungai. Kalau mau bagus minta review rekan sejawat. Jadi jangan buru-buru bro sist...
4. Upload paper anda mengikuti TEMPLATE di jurnal tersebut. biasanya ada contohnya.
5. Pastikan tulisan anda sesuai scope jurnal. jangan kirim materi politik ke jurnal teknik...hehehehe
6. Pastikan ide dan gagasan anda itu ORI, Buka KW alias tiruan. Beberapa jurnal memakai Turnitin dan Plagiarism Checker. Biasanya sih, saya cek dulu di Turnitin sebelum upload paper ke OJS.
7. Paper anda harus kuat. Memiliki aliran yang jelas (gak ngalor ngidul), gak loncat-loncat, ada dukungan teori dan penelitian yang kuat, ada kebaharuan dan findings. Dan hubungan antar-paragraf JELAS.
8. Kalau ditolak, jangan putus asa. Belum tentu tulisan anda jelek. Baca lagi dan perbaiki lalu kirim ke OJS lain. Berkaryalah terus....(pengalaman pribadi nih. Ditolak di satu jurnal Scopus lalu saya perbaiki dan kirim ke Jurnal Scopus lainnya dan tadaaa...diterima)
9. Miliki akun email institusi untuk melegalkan reputasi anda sebagai dosen. Daftarkan diri untuk mendapatkan ORCID ID karena hampir semua OJS meminta ID tersebut untuk metadata anda.
10. Jangan sok pintar dan BAPER....terus belajar dan belajar dari orang yang sudah ada di depan. Minta petunjuk dan tips tricks..karena memang itu benar adanya :) Selalu ada yang namanya TIPS dan TRICKS agar kans muat lebih besar. Jurnal kalau bereputasi antrian tulisan panjang...Semoga bermanfaat ya teman-teman....
===
Keren, Alhamdulillah, Setelah membaca buku dibawah ini, saya bisa menulis artikel di #jurnalinternasional lebih baik bahkan bisa memberikan pelatihan penulisan artikel ilmiah yang baik. Semoga anda pun juga, bahkan jauh lebih baik dari saya. Aamiin
===
10+ Kesalahan dalam penulisan artikel ilmiah
(Jurnal Internasional, Skripsi, Tesis, dan Disertasi)
Oleh: Lukman Noerochim, Ph.D
Banyak yang masih ragu-ragu dan tidak percaya diri khususnya bagi para dosen, guru, peneliti pemula atau yang belum punya pengalaman publikasi di jurnal internasional.
.
Alasannya beragam mulai kawatir di tolak oleh editor jurnal, merasa belum layak artikel jurnalnya atau tidak tahu bagaimana cara mensubmit artikel penelitiannya.
.
Untuk itulah perlu tahu cara mengatasinya, cara tersebut yg dapat membantu bagi mereka belum punya pengalaman mempublikasikan artikel penelitian dalam jurnal internasional.
.
Cara-cara tersebut dikemas dalam bentuk buku rangkuman informasi yang berisi tentang kesalahan-kesalahan yang sering terjadi berdasarkan pengalaman penulis selama kurun waktu hampir 10 tahun menekuni bidang publikasi ilmiah di jurnal internasional.
.
Diawali dengan darimana dan bagaimana harus memulai ketika akan mensubmit artikel ke jurnal internasional, cara memilih jurnal yang tepat sesuai dengan topik penelitian, menyusun daftar pustaka dengan bantuan software reference manager dan lain sebagainya.
Share by:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=553015495512667&id=100024126641179
http://bit.ly/NulisArtikelInternasional
Wednesday, January 29, 2020
Film "Pemimpin Pemimpi"
Untuk lebih memperjelas materi "Kepemimpinan Perubahan" Kepala Sekolah/Madrasah, Silahkan Anda melihat video berjudul "Pemimpin Pemimpi" berikut ini:
Kepemimpinan Perubahan
KEPEMIMPINAN PERUBAHAN
Modul ini memberikan pemahaman kepada peserta diklat mengenai kepemimpinan perubahan, Manfaat kepala sekolah mempelajari kepemimpinan perubahan dan langkah melakukan kepemimpinan perubahan agar pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik. Kepemimpinan perubahan adalah sebuah upaya untuk menciptakan revolusi dalam perubahan organisasi, sehingga membawa perubahan yang menjadikan semua komponen dalam organisasi itu menyatu dan saling berempati untuk membawa perubahan agar lebih bermanfaat dan memiliki nilai positif terhadap organisasi. Kepala sekolah memiliki peran strategis untuk membuat perubahan di sekolah. Kepala sekolah sebagai pemimpin dituntut memiliki alternatif solusi yang tepat untuk memperbaiki kondisi sekolah yang ada. Namun demikian, untuk melakukan perubahan memerlukan pertimbangan dan cara yang tepat. Jika seorang kepala sekolah melakukan perubahan di sekolah dengan cara yang tidak tepat, bisa menjadi sebuah masalah besar baik bagi kepala sekolah sendiri, guru, staf, dinas pendidikan dan masyarakat luas. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu memadukan konsep, prinsip dan prosedur untuk melaksanakan perubahan di sekolah, sehingga perubahan itu bisa berjalan dengan baik dan alamiah. Perubahan di sekolah diarahkan pada 3 sasaran, yakni penguatan supervisi akademik di sekolah, pengembangan kapasitas tenaga kependidikan di sekolah dan pengembangan kurikulum di sekolah. Oleh karena itu materi kepemimpinan perubahan ini dipadukan dengan kepemimpinan pembelajaran.
Kepemimpinan perubahan yang terintegrasi dengan kepemimpinan pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan kondisi baru yang lebih baik. Jika kepemimpinan perubahan dapat diwujudkan di sekolah, maka budaya lama akan tergantikan dengan budaya baru. Pola pikir lama akan digantikan oleh pola pikir baru. Perilaku lama akan diubah menjadi perilaku baru. Kebiasaan lama akan digantikan oleh kebiasaan baru. Sekolah menjadi berwajah baru. Sekolah yang melahirkan generasi baru lebih baik dan semakin baik dari waktu ke waktu.
Untuk mempelajari lebih lanjut modul "Kepemimpinan Perubahan" ini. Anda bisa Klik Di Sini.
Anda juga bisa mempelajari atau download bahan tayang materi "Kepemimpinan Pembelajaran" dengan Klik Di Sini
Jika Anda adalah trainer/ nara sumber yang akan melatih tentang "Kepemimpinan Perubahan". Anda bisa menggunakan Lembar Kerja(LK) berikut ini:
Lembar Kerja 1 (Kajian Tayangan Video) : Klik Di Sini
Lembar Kerja 2 (Menciptakan Sekolah Ramah Anak): Klik Di Sini
Lembar Kerja 3 (Rancangan langkah Tindak Kepemimpinan) : Klik Di Sini
Lembar Kerja 4 (Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah: Klik Di Sini
Tuesday, January 28, 2020
Analisis Butir Soal Ujian
ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN TULIS DIKLAT GURU MAPEL KIMIA MA TINGKAT DASAR TAHUN 2010 DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA
Oleh: Zainul Arief
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sampai saat ini soal ujian tulis (pre dan pos tes) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), umumnya hanya sebatas formalitas saja dan belum pernah dianalisis setiap butir soalnya. Demikian juga ketika Widyaiswara mengerjakan soal ujian tulis di Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan Jakarta. Kita masih sering menemukan satu perangkat tes dengan soal yang sama pada nomer soal yang berbeda, jawaban lebih dari satu atau tidak ada jawaban yang benar. Hal ini tidak akan terjadi jika Balai Diklat Keagamaan maupun Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan Jakarta melakukan analisis butir soal (Anabut).
Dengan melakukan anabut dalam setiap ujian pada suatu kediklatan maka Widyaiswara dapat mengetahui daya pembeda, tingkat kesukaran, pengecoh/ destractor yang tidak berfungsi, validitas dan reliabilitas, serta mengetahui kelemahan dari peserta diklat terhadap materi pelajaran yang kurang dikuasai sehingga dapat memberikan proporsi waktu yang lebih besar pada materi tersebut, dan Widyaiswara/ Balai Diklat Keagamaan/ Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan dapat menghimpun bank soal dari hasil analisis tersebut.
Ada beberapa program komputer yang sudah dikenal untuk menganalisis soal diantaranya Excel, Anates, Iteman, SPSS, Rascal, Ascal, Bilog, Facet, Bigstep, dan Quest. Diantara analisis tersebut yang paling sering digunakan adalah Excel, Anates, Iteman, dan SPSS.
Excel cukup baik digunakan dalam menganalisis soal akan tetapi excel hanya sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan kalkulator, sebab pengoprasiannya juga masih manual dan daya analisisnya banyak menggunakan rumus-rumus logika, kemudian tidak semua analisis dapat ditampilkan. Kemudian SPSS, program ini sangat menolong sekali, kita tinggal masukkan data lalu klik hasilnya tinggal dibaca. SPSS cocok digunakan oleh Widyaiswara/ Guru untuk menganalisis data penelitian kuantitatif bukan soal ujian, sedangkan untuk analisis soal ujian umumnya menggunakan Anates atau Iteman. Pada penelitian ini soal ujian akan dianalisis dengan menggunakan program Anates. Semula peneliti menggunakan Iteman untuk menganalisis butir soal ujian. Namun setelah membandingkan hasilnya dengan Anates, peneliti merasa lebih mudah dalam menafsirkan hasil datanya dan lebih lengkap dibanding Iteman, maka peneliti lebih memilih Anates dalam penelitian ini.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Soal ujian tulis (pre-pos tes) Diklat Guru Mapel Kimia - Balai Diklat Keagamaan Surabaya belum pernah dianalisis.
2. Ujian tulis (pre-pos tes) Diklat Karya Tulis Ilmiah di Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan pada tanggal 1 s.d 15 Juni 2010 cenderung mengarah pada masalah guru, bukan masalah widyaiswara. Ada beberapa soal yang sama dengan nomer berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa soal tersebut belum dianalisis, khususnya analisis kualitatif.
3. Semua Balai Diklat Keagamaan maupun Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan belum mempunyai Bank Soal Kimia yang sudah dianilisis.
4. Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan sudah mempunyai beberapa kumpulan soal ujian tulis, akan tetapi belum dilakukan analisis butir soal dari kumpulan soal tersebut.
Untuk membaca lebih lengkap tulisan ini, silahkan Anda baca atau download dengan Klik Di sini
Karya Tulis Ilmiah Bentuk Artikel
PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH GURUZainul Arief, S.Pd, M.HWidyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya Prov. Jatim
A. PENDAHULUAN
Akademisi seperti mahasiswa, guru, dosen, maupun ilmuwan dituntut untuk akrab dengan dunia tulis-menulis. Sebab, setiap hasil pemikiran dan hasil penelitian diwujudkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Hal itu bertujuan agar masyarakat luas bisa merasakan buah pikiran penulis.
Artikel dalam bahasa Inggris ditulis “article”. Menurut kamus lengkap Inggris-Indonesia karangan Prof. Drs. S. Wojowasito dan W.J.S. Poerwodarminto, article berarti “karangan”. Artikel adalah salah satu karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan pemikiran atau kajian pustaka. Sedangkan menurut Ensiklopedia Pers Indonesia, artikel adalah karangan prosa dalam media massa yang membahas pokok masalah secara lugas. Webster's New World Dictionary menyatakan bahwa Artikel adalah tulisan nonfiksi, biasanya singkat dan lengkap seperti berita karangan khas dalam surat kabar dan majalah ilmiah.
Dari beberapa pendapat tersebut, kami menyimpulkan bahwasanya Artikel Koran/Majalah/Website adalah salah satu karya ilmiah yang berisi opini seseorang yang dimuat di media massa baik itu koran, majalah, jurnal, dan lain-lain untuk memberi informasi kepada khayalak ramai yang bersifat kreatif, subjektif, dan referensial terhadap suatu fenomena yang bersangkutan dengan artikel tersebut.
Kita juga tentu sudah mengenal artikel. Pada dasarnya kita semua bisa menulis artikel. Hal itu karena teknik penulisan artikel pada umumnya tidaklah sukar. Cukup bermodalkan kemampuan mengkonversi gagasan ke tulisan sesuai latar belakang, keahlian dan keilmuan, maka seseorang sudah bisa memperoleh kredibilitas dalam menulis artikel.
Di perguruan tinggi, kita tentu sudah mengenal jurnal. Artikel ilmiah di dalamnya bukanlah sejenis artikel yang biasa kita buat. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah biasanya disusun dari laporan penelitian, laporan percobaan, laporan penemuan atau laporan perenungan akademik seorang peneliti. Bahasa yang digunakan dalam artikel ilmiah tentu harus ilmiah, tak sama dengan bahasa dalam artikel umum. Dan artikel ilmiah yang hendak dimuat dalam jurnal terakreditasi harus benar-benar kita pahami sebagai tulisan khusus.
Kriteria tulisan untuk artikel ilmiah ialah yang memiliki orisinalitas, menarik, dan up to date. Maksudnya, artikel ilmiah tersebut haruslah menarik minat pembaca, tema atau topik pembicaraan belum pernah dibuat atau dipublikasikan sebelumnya, dan fenomena yang diangkat pun harus yang terbaru.
Silahkan Klik untuk membaca lengkap. Jangan lupa untuk meng-klik/ melihat sponsor untuk pengembanggan Blog ini. Makasih.
Thursday, January 23, 2020
Membuat Folder Schoology
Tutorial "Cara Membuat Folder di Schoology". Silahkan lihat video berikut ini:
Tuesday, November 26, 2019
Jika Anda membutuhkan Bahan Ajar dan Bahan Tayang tentang "Pembelajaran Virtual Schoology". Silahkan klik tautan berikut ini: Bahan Ajar Schoology, Bahan Tayang Schoology
Jika Anda membutuhkan tentang bahan ajar dan bahan tayang tentang "Blended Learning & Learning Management System(LMS), silahkan klik tautan berikut: Bahan Ajar Blended Learning & LMS, Bahan Tayang Blended Learrning & LMS
Jika Anda membutukan Bahan Ajar dan Bahan Tayang tentang Google Schoolar dan Google Form. Silahkan klik tautan berikut ini: Bahan Ajar, Bahan Tayang
Saturday, November 23, 2019
Bahan Tayang Kompetensi Sosial pada Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Silahkan klik Bahan Tayang Kompetensi Sosial Kamad. Sedangkan Bahan Ajar Kompetensi Sosial bisa Anda klik Bahan Ajar
Diskusi Kompetensi Sosial Kepala Madrasah
Diskusi tentang Kompetensi Sosial Kepala Sekolah/Madrasah pada Diklat Teknis Substantif Kepala madrasah di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Silahkan lihat bahan diskusi dengan klik Diskusi Kompetensi Sosial
Thursday, September 19, 2019
Tuesday, July 16, 2019
KISAH MENJADI PESERTA VIRTUAL COORDINATOR TRAINING BATCH 4 JATIM
Oleh : Zainul Arief
Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya
Tugas Widyaiswara (WI) adalah menjadi narasumber/ pembimbing/ instruktur pada Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Aparatur Sipil Negara (ASN) baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non PNS. Dia tidak boleh ketinggalan informasi dibanding ASN itu sendiri. Terlebih bagi WI yang menangani guru-guru hebat, yang selalu haus dengan kemajuan teknologi dan informasi (TIK). TIK selalu berkembang cepat, termasuk dalam dunia pendidikan. Sudah seharusnya WI harus ikut mengikuti perkembangan TIK dalam dunia pendidikan ini.
Ketika awal ada pemberitahuan di WA group IKA KIMIA UNESA tentang pelatihan VCT Batch 4, saya tertarik untuk mengikuti. Karena saya khawatir jika guru-guru bisa mengikuti pelatihan online, maka saya malu jika tidak bisa. Walaupun tahun 2009 s.d. 2012 saya menjadi narasumber pada Diklat Jarak Jauh (DJJ) yang diadakan oleh instansi saya, tapi di sini (VCT) pasti ada hal baru yang bisa saya dapatkan.
Materi yang diberikan adalah membuat daftar hadir online, pembelajaran online di webex, merekam layar komputer, mengupload video ke you tube, menjadi host (2x), presenter (2x), moderator (2x), dan peserta (6x). Materi merekam video, membuat video, mengedit video, dan you tube sudah biasa bagi saya. "Membuat absen (daftar hadir online) mungkin mudah dipelajari", pikir saya. Yang menjadi daya tarik bagi saya untuk ikut VCT adalah materi pembelajaran online di webex. Ini pasti menarik karena bisa digunakan untuk DJJ. Akhirnya saya putuskan untuk mendaftar.
Semua perlu pengorbanan. Pelatihan VCT yang semula saya anggap mudah, ternyata perlu kesabaran dan ketelatenan. Terlebih VCT Batch 4 diadakan pada bulan ramadhan. Pekerjaan rutin kantor, mengajar diklat di dalam dan di luar kantor, ibadah ramadhan menjadi berkurang intensitasnya karena harus mengikuti VCT. Sempat terbersit untuk tidak menyelesaikan pelatihan ini. Status WI menjadi alasan bagi saya untuk tetap bertahan sampai akhir. "Masak guru-guru mampu menyelesaikan serangkaian tugas VCT, saya kok gak bisa", gumam saya dalam hati memberi semangat diri sendiri. Rencana pergi ke desa-pun untuk liburan hari raya Idul Fitri terpaksa saya batalkan demi menyelesaikan VCT. Yaaaah... semua butuh pengorbanan untuk kesuksesan yang diharapkan.
Alhamdulillah... akhirnya semua pengorbanan tidak sia-sia setelah "Kotak Tugas" terisi lengkap dan sukses. Terima kasih VCT Batch 4. Terima kasih juga kepada para instruktur yang sabar dan telaten. Saya benar-benar salut dengan kesabaran dan ketelatenan para instruktur mengatasi segala masalah dalam pelatihan ini. Pesan saya "Mari kita bersama-sama memajukan kompetensi Guru-Guru & Peserta Didik kita". Semoga Allah membalas dengan kebaikan dan pahala. Aamiin.
Tuesday, June 25, 2019
Quizizz
Untuk membuat Quiz online untuk menilai kompetensi peserta didik bisa digunakan Quizizz, Kahoot, dll. Berikut ini adalah cara singkat membuat Quizizz. Silakan lihat video di bawah ini:
Pengaturan Halaman Pdf Dengan Nitro
Untuk mengedit dokumen berupa pdf, salah satu cara bisa digunakan seperti video di bawah ini:
Subscribe to:
Posts (Atom)